Kemahasiswaan

Komitmen dan Penguatan Budaya Riset: Kualitas Penelitian Mahasiswa Teknologi Informasi Mulia Diakui melalui Publikasi Sinta 3

Program Studi Teknologi Informasi Universitas Mulia kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya riset yang kuat dan berkelanjutan. Empat mahasiswa berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 7 semester, lebih cepat dari masa studi normal. Capaian ini semakin membanggakan karena dua di antaranya sukses mempublikasikan hasil penelitian pada jurnal terakreditasi Sinta 3, yaitu Journal of Applied Informatics and Computing (JAIC) yang dijadwalkan terbit pada Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026.

Prestasi ini menjadi indikator nyata kualitas akademik mahasiswa sekaligus efektivitas sistem pembimbingan yang terstruktur di lingkungan Program Studi Teknologi Informasi. Keberhasilan tersebut juga memperkuat posisi prodi dalam pengembangan keilmuan di bidang keamanan siber, forensik digital, dan teknologi jaringan.

Riset Forensik Digital: Menguji Efektivitas Data Sanitization

Mahasiswa pertama, Rara Eka Septya (2212034), mengangkat penelitian berjudul Analysis of the Effectiveness of Data Sanitization Methods on Windows Against Data Recovery Using a Digital Forensic Approach.” Penelitian ini berfokus pada analisis efektivitas berbagai metode data sanitization pada sistem operasi Windows dalam mencegah pemulihan kembali data yang telah dihapus.

Dengan pendekatan forensik digital, penelitian dilakukan melalui serangkaian pengujian untuk mengidentifikasi apakah data yang telah dihapus menggunakan metode tertentu masih dapat direkonstruksi menggunakan perangkat lunak data recovery. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua metode penghapusan memiliki tingkat keamanan yang sama. Beberapa metode masih memungkinkan jejak digital dipulihkan, sementara metode tertentu terbukti lebih efektif dalam memastikan data benar-benar tidak dapat diakses kembali.

Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam praktik keamanan informasi, khususnya bagi organisasi dan institusi yang menangani data sensitif dan membutuhkan jaminan perlindungan data yang optimal.

Selama proses penelitian, Rara mendapatkan pendampingan intensif dari Agus Wijayanto selaku pembimbing utama yang mengarahkan penguatan metodologi serta analisis forensik digital. Proses tersebut turut diperkuat melalui kolaborasi bersama Muhammad Fahmi Abdillah sebagai pembimbing pendamping yang memberikan masukan teknis dan penguatan pada tahap pengujian eksperimental hingga artikel dinyatakan layak publikasi.

Implementasi Sistem Keamanan Jaringan Berbasis IDS dan Honeypot

Mahasiswa kedua, Muhammad Dimas (2212001), mengangkat penelitian berjudul “Implementation of a Security System using Snort and Honeypot for Network Attack Detection and Prevention.” Penelitian ini berfokus pada implementasi sistem keamanan jaringan dengan mengintegrasikan Intrusion Detection System (IDS) berbasis Snort dan teknologi honeypot.

Sistem yang dikembangkan dirancang untuk mendeteksi berbagai bentuk serangan jaringan seperti port scanningbrute force attack, hingga eksploitasi layanan, sekaligus merekam aktivitas penyerang untuk kebutuhan analisis lanjutan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kombinasi IDS dan honeypot mampu meningkatkan efektivitas deteksi serangan secara real-time serta menyediakan data log yang komprehensif untuk proses investigasi dan penguatan sistem pertahanan jaringan.

Dalam pengembangan sistem tersebut, Dimas dibimbing secara langsung oleh Agus Wijayanto sebagai pembimbing utama, khususnya dalam perancangan arsitektur sistem dan validasi pengujian. Pendampingan tersebut dilengkapi oleh Dicky Satria Ikhsan Utomo yang memberikan penguatan pada aspek implementasi teknis serta analisis hasil pengujian keamanan hingga penelitian mencapai standar publikasi ilmiah.

Apresiasi dan Harapan ke Depan

Agus Wijayanto menyampaikan apresiasi atas capaian para mahasiswa tersebut dan menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari konsistensi, kedisiplinan, serta kematangan proses penelitian.

“Publikasi pada jurnal terakreditasi Sinta 3 bukan hanya tentang capaian administratif, tetapi tentang kualitas metodologi, ketajaman analisis, dan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Teknologi Informasi Universitas Mulia memiliki daya saing akademik yang kuat, khususnya pada bidang keamanan informasi dan jaringan.”

Keberhasilan empat mahasiswa menyelesaikan studi dalam waktu 7 semester, disertai dengan publikasi ilmiah pada jurnal terakreditasi nasional, menjadi cerminan komitmen Universitas Mulia dalam memperkuat budaya riset dan menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, serta siap berkontribusi di tingkat nasional maupun global. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kapasitas akademik dan menghasilkan penelitian yang berdampak.